Minggu, 15 April 2012

CONTOH KASUS KEPERAWATAN TRANSKULTURAL-sm1



Yanto, seorang perawat di bangsal bedah VIP sebuah Rumah Sakit Islam dikotanya. Hari ini dia shift pagi dan merawat kamar A sampai dengan kamar E. Tuan Burhan (50 tahun), seorang pasien post operasi ileus hari ke-3 yang dirawat di kamar C. Tuan Burhan sudah  diperkenankan makan makanan lunak ( bubur ) dengan lauk-pauk dan sayur yang  juga lunak.
Siang ini, Yanto mengantar makan siang kekamar C, kamar Tuan Burhan. Sesampainya disana, Tuan Burhan mengatakan bahwa beliau ingin sekali makan bubur yang disiram kuah kaldu babi. Beliau mengatakan bahwa itu makanan favoritnya.
Yanto terkejut mendengar pernyataan Tuan Burhan. Dia mengatakan bahwa dia tidak bisa memenuhi permintaan Tuan Burhan karena instansi tempat dia bekerja adalah sebuah Rumah Sakit Islam. Tetapi Tuan Burhan tetap memaksa dan meminta ijin untuk membawa sendiri makanan tersebut dari rumah. Tetapi Yanto tetap tidak mengizinkan. Bahkan tanpa menjelaskan apapun, dia meninggakan Tuan Burhan sendiri. Keesokan harinya, Tuan Burhan minta pulang paksa dengan alasan perlakuan perawat yang kurang menyenangkan.

PERTANYAAN DISKUSI

1. Identifikasi dari setiap kasus Anda, apakah kasus Anda termasuk ke dalam                keperawatan           transkultural? Berikan alasannya!
2. Identifikasi dari setiap kasus anda, konsep dasar transkultural keperawatan apa saja yang termasuk didalamnya? Jelaskan pendapat anda!
3. Hubungkan kasus anda dengan konsep sentral dalam transculture nursing!
4. Jenis budaya apa yang ditunjukkan perawat dalam kasus tersebut jika dilihat dari jenis-jenis  budaya dimiliki perawat? Jelaskan alasannya!


JAWABAN DISKUSI

1. kasus ini termasuk dalam keperawatan transkultural, karena adanya faktor agama dan falsafah hidup. tentang perbedaan budaya antara pasien dan perawat Perawat Yanto tidak bisa memenuhi permintaan Tuan Burhan untuk makan bubur yang di siram kaldu babi, karena perawat Yanto bekerja dalam Rumah Sakit Islam dan tidak memberikan askep  dan konsep yang jelas terhadap pasien.
2. Konsep dasar keperawatan
a). Perbedaan Kebudayaan
       Kebudayaan Islam melarang memakan segala bentuk makanan dalam bentuk yang haram seperti babi atau sejenisnya. Karena budaya tersebut adalah  budaya yang diturrunkan atau diajarkanNYA kepada manusia dari  generasi ke generasi berikutnya karena Kebudayaan Islam melarang memakan makanan yang haram.
b). Etnis
            Budaya makan babi menurut Tuan Burhan adalah kebiasaan yang lazim. dan biasa menjadi makanan faforitnya.
c). Care
       Menurut Tuan Burhan untuk meningkatkan kondisi dan kualitas hidupnya. Alasan Tuan Burhan hanya diperkenankan makan makanan lunak , lauk-pauk lunak, serta sayur yang lunak sedangkan kita ketahui bahwa daging babi itu mengandung unsure panas yang tinggi. .
d). Care Imposition
            Perawat menganggap budaya yang dimiliki perawat lebih tinggi. Dan memaksakan kepercayaan yang dimilikinya sekalipun itu didapat lewat jalur formal tetapi pasien tersebut malah justru meninggalkanpasien.
e). Etnosentris
            persepsi dari perawat yanto tersebut  bahwa babi itu haram dimakan sedangkan sebaliknya pasien burhan menganggap itu sebagai hal yang biasa dia lakukan.
3. Konsep Central dalam Transkultural Nursing
 1). Manusia : klien yang dirawat di rumah sakit harus belajar budaya yang                            baru. Kasusnya yaitu Tuan Burhan tidak menaati aturan rumah sakit tersebut.
2). Kesehatan : Asuhan dari perawat bertujuan untuk meningkatkan kesehatan pasien. Tetapi malah justru meninggalkan pasien, dan pasien harus makanan makanan yang dianjurkan oleh rsi tersebut guna mencapai askep yang tepat dan benar.
3). Lingkungan : Lingkungan simbolik ( rumah sakit ) tempat pasien dirawat adalah lingkungan Islam. Jadi, seharusnya mengikuti aturan tersebut
4). Keperawatan : Perawat tidak menegosiasi, mengstrukturlisasi budaya klien tetapi meninggalkan klien tanpa askep.
4. Termasuk etnocaring.
            Budaya perawat diturunkan oleh orangtuanya termasuk kepercayaan yang diperolehnya sejak kecil. Tetapi seiring waktu budaya tersebut bisa saja berubah  tergantung ilmu yang dipelajari.
            Profesional caringnya ; disini perawat tidak menunjukan profesional caring karena tidak menjelaskan alasan yang jelas mengapa pasien tidak diperbolehkan memakam air kaldu babi, sehingga pasien dan perawat tidak mencapai kesepahaman yang mengakibatkan klien meminta pulang paksa dengan alasan perawat melakukan keperwatan yang tidak memuaskan. dan memungkinkan untuk menjadikan citra yang tidak bagus bagi kalangan tertentu.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar